Laporkan Penyalahgunaan

Instruksi Tim - Pass Into Space

Pendahuluan

Ke ruang angkasa? masa sih ada instruksi buat ngasih umpan ke langit? Untuk Koc yang menggunakan mod bahasa Indonesia pasti sempat menemukan keanehan ini. Itu hanya kesalahan translate yang masih kasar saja. Space memang berarti ruang antariksa, namun dalam konteks sepakbola, space artinya ruang kosong di lapangan hijau. 

Lalu apa sih instruksi pass into space yang sangat sexy itu?

Ya, Pass into space adalah salah satu instruksi paling menggoda untuk diaktifkan. Instruksi ini mampu membuat permainan lebih cair, menembus musuh lebih mudah, membuat para pemain seperti naik level ke ‘angkasa’.

Secara sederhana, pass into space menyuruh pemain untuk mengoper bola ke ruang kosong supaya ada pemain lain yang berlari mengejar bola itu. Kebalikan dari umpan kaki-ke-kaki yang mengarahkan bola ke posisi dimana kawan berada. Dengan begini permainan menjadi lebih progresif karena aliran bola tidak terhalang oleh bek musuh. Si pemain target dan bola akan ‘janjian’ di satu ruang terbuka sehingga bek musuh bisa diabaikan. Bahasa gampangnya: umpan terobosan.

Ruang kosong adalah kunci dari instruksi ini. Tanpa ruang yang cukup untuk dieksploitasi, maka bola akan mandek bahkan direbut oleh musuh. Pelatih yang jeli bisa menentukan dimana ruang harus dimaksimalkan, dan kapan ekspansi ruang diperlukan.

Taktik Yang Mendukung Pass Into Space

Umpan terobosan memang indah, namun melancarkannya secara brutal juga tidak akan mengantarkan hasil indah. Ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan untuk menerapkannya.

Kapan Pass Into Space Harus Diterapkan

Ruang, seperti disebutkan di atas, adalah kunci utama dari instruksi ini. Makanya untuk bisa membuat instruksi ini efektif, Koc harus bisa melihat ruang yang tersedia di antara barisan lawan. Fokus pada garis pertahanan musuh, di mana umpan yang diberikan bisa menembusnya dan membuka peluang lebih lebar.

  • Melawan musuh dengan high press. Instruksi ini efektif diterapkan untuk melawan musuh yang bermain dengan high press, dimana musuh bermain tinggi sehingga banyak ruang di belakang garis pertahanan mereka. Biasanya tim yang bermain high press akan menempatkan garis terakhir pertahannya di area tengah lapangan. Menyisakan jarak yang cukup luas di depan kiper.
  • Melawan musuh yang menyerang dengan banyak pemain. Kondisi ideal lainnya adalah saat melawan tim yang menyerang dengan banyak pemain. Dengan asumsi bahwa pemain musuh yang maju itu meninggalkan posisi awalnya, maka umpan terobosan cepat akan berjalan dengan hadangan yang lebih renggang.
  • Saat bermain dengan serangan balik. Mirip dengan poin sebelumnya, namun kali ini dengan intensi yang lebih serius untuk memancing musuh agar masuk lebih dalam. Ketika bola direbut, maka penyerang atau pemain di depan akan berupaya lebih kreatif dalam menembus pertahanan musuh. Dan menerapkan pass into space bisa menjadi cara efektif menjaga momentum serangan balik.
  • Saat bermain lebar (wider). Dengan menempatkan pemain di tepi lapangan, seperti tipikal wingplay, maka musuh akan mengantisipasinya dengan melebarkan pertahanannya. Kondisi ini membuat ruang di tengah terbuka lebar untuk dieksploitasi, apalagi jika musuh tidak punya pelapis sepadan di tengah.
  • Menghadapi bek musuh yang cenderung lambat. Kecepatan adalah syarat mutlak untuk memenangkan ruang kosong sebelum ruang itu menjadi arena yang lebih sulit untuk dimenangkan. Makanya ketika menemukan musuh yang lambat, hantam dengan umpan terobosan!

Kapan Pass Into Space Harus Dihindari

Umpan-umpan yang mudah dibaca lawan, striker yang terisolasi, dan statistik passing yang merosot tajam; Jika hal ini terjadi di saat pass into space aktif, bisa jadi instruksi inilah penyebab utamanya.

Ruang memang menjadi syarat utama umpan terobosan, namun kreativitas pemain juga diperlukan agar perintah ini bisa dijalankan dengan efektif. Berikut adalah beberapa kondisi dimana Koc sebaiknya menghindari atau mematikan instruksi ini pass into space.

  • Melawan taktik parkir bus: Sekali lagi, ruang adalah kunci. Jika musuh bermain sangat rapat, dalam, dan disiplin menutup setiap celah di lini belakang, maka upaya memberikan umpan terobosan akan menjadi sia-sia. Bola akan lebih sering langsung mengalir ke pelukan kiper atau dipotong bek lawan. Perlu kreativitas tingkat tinggi untuk membongkar situasi ini.
  • Saat memiliki penyerang yang lebih lambat dari bek musuh: Jika penyerangmu tipe yang lambat atau bek musuh lebih cepat dan superior, jangan paksakan instruksi ini. Memaksakan umpan terobosan hanya akan menghamburkan energi dan peluang. Carilah cara lain untuk membongkar pertahanan musuh.
  • Statistik passing merosot: Jika kamu sering melihat umpanmu terus-menerus dipotong oleh bek musuh, coba perhatikan statistik passing completion. Bisa jadi pemain targetmu sudah dikunci (marking) dengan ketat sehingga arah umpan terobosanmu itu sudah terprediksi. Coba ubah arah permainan atau utak-atik peran strikermu untuk menciptakan sumber peluang yang baru.
  • Saat ingin menjaga tempo/skor: Pass into space secara alamiah akan mengirimkan umpan spekulatif ke ruang kosong. Bola-bola tak bertuan ini berisiko direbut musuh. Jika Koc ingin mempertahankan keunggulan atau mengatur ulang tempo permainan, bermain dengan aman dari kaki ke kaki (play into feet) adalah pilihan yang lebih bijak.

Instruksi Untuk Melengkapi Pass Into Space

Ada beberapa instruksi pelengkap yang bisa mendukung instruksi pass into space supaya hasilnya lebih jos. Jika diterapkan pada situasi yang tepat, kombinasi ini bisa menjadi kombo maut yang dapat menghancurkan pertahanan musuh dengan instan.

Beberapa instruksi yang bisa diterapkan bersamaan supaya menjadi kombo maut di antaranya:

  • More Direct Passing: Jika Koc bermain dengan sistem counter-attack, maka ini adalah duet maut. Bola tidak akan ditahan terlalu lama, melainkan segera diantarkan langsung ke depan di area yang benar-benar kosong. Pastikan saja bahwa musuh menyisakan ruang yang lebar di lini belakangnya.
  • Higher Tempo: Pass into space menjadi lisensi bagi pemain gelandang untuk lebih berani melancarkan bola ke depan meski belum ada pemain di sana. Dengan bermain cepat, para pemain akan paham pentingnya menjaga momentum serangan seiring bola mengalir ke depan. Pada permainan counter-attack, ini menjadi sangat mematikan karena musuh tidak punya waktu untuk menyadari apa yang terjadi.
  • Wide/Wider (Attacking Width): seperti yang sempat disinggung sebelumnya, bermain lebar akan memaksa struktur pertahanan lawan ikut tertarik melebar. Jarak antar bek tengah mereka cenderung merenggang, dan di sela-sela pertahanan itulah Pass into space akan menemukan jalur operan yang sempurna.
  • Counter (In Transition): Dengan instruksi ini, pemain akan sigap berlarian dan mencari posisi ke depan. Di saat bola baru direbut, instruksi pass into space akan menyuapi pemain yang berlarian itu.
  • Hit Early Crosses: Kombo yang tercipta dari instruksi ini adalah Hit early crosses akan menjaga momentum karena mengirim bola sesegera mungkin, dan pass into space akan menambah area target di depan. Sehingga peluang terjadinya critical hit, berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan, akan lebih banyak.

Pass Into Space Pada Permainan Possession

Secara konsep, pass into space lebih cocok dikombinasikan dengan instruksi yang berkaitan dengan gaya serangan balik yang cepat. Tapi bukan berarti tidak akan nyambung pada permainan possession-based. Instruksi ini fokus pada pemanfaatan ruang. Dan memang pada gaya possession, musuh rajin sekali menutup ruang. Makanya, penerapan pass into space pada taktik possession terkesan sia-sia atau dipaksakan. Namun ada benang merah antara dua poros gaya dan instruksi ini, yaitu momentum -menghantam musuh sebelum momentum itu hilang.

Umpan pendek, tempo lambat, serta jarak yang rapat, adalah ciri permainan possession. Tapi permainan possession bukan berniat menunda momentum, ia hanya berusaha mengeksekusi momentum itu sepresisi mungkin. Menghantam musuh saat semua terlena pada tempo yang seksama. Momentum yang datang dan pergi sekelebat mata itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Menutup ruang adalah tugas musuh. Sedangkan tugas tim adalah mencari celah dengan kreatif. Kualitas tim diuji dalam membongkar tembok rapat itu. Perlu adanya kreativitas serta keberanian untuk menciptakan satu momen kejut di tengah ancaman risiko yang mengintai -bola hilang, musuh melancarkan serangan balik, dsb.

Pass into space membuat para pemain bergerak aktif mencari secercah peluang. Melalui kesadaran ruang yang dimiliki tim secara kolektif, instruksi ini diharapkan mampu membuat momen spontan yang memantik momen-momen berantai. Dari sinilah momentum bermunculan kemudian dimanfaatkan menjadi gol. Pada titik ini, pass into space bisa dipandang sebagai kartu andalan dalam membuka peluang dan memanfaatkan momentum.

Pemain yang Mendukung

Karena pass into space adalah instruksi tim, maka strategi umpan terobosan ini berdampak pada semua pemain. Tapi secara garis besar, ada dua tipe pemain yang mendukung berjalannya instruksi ini. Dua peran ini adalah Si Pemberi Umpan (The Supplier) dan si Pelari (The Runner). 

Dalam setiap momen, setiap pemain akan menjalankan dua tugas ini secara bergantian. Saat memegang bola dia akan menjadi pengoper, dan saat tidak memegang bola dia akan menjadi pelari yang menyambut bola terobosan. Pelatih hanya perlu menentukan pola passing utama di taktiknya, meski eksekusi di lapangan akan sangat dinamis.

Si Pemberi Umpan (The Supplier).

Ini adalah pemain yang sedang menguasai bola, sering kali seorang gelandang meskipun bek dan striker juga bisa mendadak menjadi supplier. Tugasnya adalah memantau situasi, menemukan ruang kosong dan pemain potensial untuk menerima umpan, lalu mengeksekusi umpan dengan presisi.

Atribut utamanya adalah:

  • Vision (menemukan ruang kosong).
  • Anticipation (membaca potensi gerakan kawan & lawan).
  • Decision (dalam waktu yang realtif sempit, ini membantu untuk menentukan pilihan terbaik)
  • Passing (untuk akurasi, tentu saja).
  • Technique (merekayasa arah atau bentuk umpan pada kondisi sulit).

Trait untuk si pemberi umpan yang bisa mendukung efektifitas pass into space antar lain; 

  • Tries Killer Balls Often: pemain akan lebih berani untuk mengambil risiko melakukan umpan terobosan.
  • Tries Long Range Passes: untuk pemain lini belakang, membuat mereka lebih berani mengumpan ke area jauh di depan.
  • Likes To Switch Ball To Wide areas: menitikberatkan serangan ke area samping.
  • Crosses Early: khusus seorang fullback atau wingback, dia akan secepatnya melesatkan bola ke depan.
  • Comes Deep To Get Ball: Supplier terbaikmu akan lebih sering mendapatkan bola karena menjemputnya lebih dalam.

Si Pelari (The Runner)

Ini adalah pemain yang akan penetrasi atau lari mengejar bola ke area target. Pemain ini bisa dari posisi mana saja, tidak melulu harus seorang pemain di lini depan. Dalam Football Manager, instruksi individu get further forward membuat pemain maju lebih jauh ke depan. Namun pada situasi tertentu beberapa pemain sering kali merangsek naik murni atas inisiatif dan insting mereka sendiri.

Yang pasti, pass into space membuat seluruh tim sadar akan pola passing seperti ini. Setiap pemain yang tidak memegang bola akan lebih peka terhadap ruang kosong yang bisa diekploitasi ketika umpan dikirimkan. Dan ketika umpan diluncurkan, tidak hanya satu tapi beberapa pelari akan mengejar bola bersamaan, jaga-jaga jika ada momen tidak terduga di lini pertahanan lawan. 

Beberapa role memiliki gaya main untuk berlari maju secara bawaan. Namun jika Koc ingin melibatkan seorang pemain untuk berlari, berikan ia instruksi individu get further forward.

Atribut utama untuk si Pelari supaya bisa mendapatkan bola dengan sempurna:

  • Pace (untuk sprint jarak jauh).
  • Anticipation (membaca potensi pergerakan musuh dan arah datangnya umpan).
  • Off The Ball (menemukan posisi yang ideal sebelum mengejar umpan, termasuk memancing musuh untuk membuka celah).
  • Agility (kelincahan dalam bermanuver saat mengejar bola).

Beberapa trait yang mendukung si pelari untuk menyukseskan pass into space, di antaranya: 

  • Gets Forward Whenever Possible: mirip get further forward, pemain lebih berani berlari menembus garis pertahanan musuh.
  • Gets Into Opponent’s Area: pemain akan agresif menusuk hingga ke kotak penalti musuh.
  • Moves Into Channel: pemain akan mengeksploitasi celah di antara dua pemain musuh.
  • Likes To Try To Beat Offside Trap: pemain lebih cerdik untuk bermain-main dengan garis batas pertahanan musuh.

Peran Pemain Lain?

Karena pass into space adalah instruksi tim, bukan instruksi individu, makanya instruksi ini akan berdampak pada kesadaran seluruh pemain di lapangan. Dua peran yang disebutkan tadi begitu dinamis, tidak terpaku di satu pemain saja. Dan pemain lain sebenarnya memiliki peran lain yang saling bersinergi. 

Pass into space tidak hanya mengubah gaya operan pemain gelandang (atau the supplier), tapi juga merekayasa pergerakan pemain depan (atau the runner). Ketika instruksi ini aktif maka para pemain depan (atau pemain posisi lain) akan sedikit bergeser demi menciptakan jarak dengan bek musuh, dan lebih aktif membuka celah. Dengan adanya jarak ini, maka ia akan menarik bek musuh keluar dari area nyamannya. Seluruh pemain akan memiliki kesadaran kolektif akan ruang. Singkatnya, seluruh tim bekerja sama menciptakan kondisi yang ideal untuk umpan terobosan. 

Saat momen ini terjadi, ada jarak yang tercipta, ada konsentrasi musuh yang terganggu, ada bola yang siap meluncur, ada pemain yang bersiap lari menyambut, dan ada umpan terobosan yang siap memukau kita semua.

Instruksi Individu Sebagai Penyeimbang

Pass into space adalah instruksi tim, maka semua pemain mau tidak mau akan ikut terlibat. Nah, terkadang ada beberapa pemain di skuad yang profilnya tidak bisa mengimbangi gaya umpan terobosan ini. Misalnya memaksakan pemain lambat untuk berlari, atau menyuruh pemain dengan akurasi rendah untuk melepaskan passing. Semakin signifikan kekurangan seorang pemain, maka semakin rentan strategi ini gagal, bahkan bisa berbalik arah membawa bencana. 

Untungnya, Koc bisa mengaktifkan instruksi individu (player instruction) sebagai penyeimbang. Jadi jika ada pemain yang kurang, kita rem. Dan jika ada pemain yang potensial, kita gas!

Mengerem Pemain yang Kurang Ideal

  • Untuk menutupi kelemahan passing supaya tidak ceroboh memberi umpan terobosan, aktifkan Pass It Shorter (mencari pemain terdekat), Take Fewer Risks (bermain aman), atau Hold Up Ball (menahan bola lebih lama).
  • Untuk menutupi kelemahan kecepatan dan tidak nekat ikut mengejar bola, aktifkan Hold Position supaya pemain lebih fokus menjaga wilayahnya dan tidak membuang-buang stamina.

Meng-gas Pemain yang Potensial

  • Untuk memaksimalkan tugas pemberi umpan, pastikan untuk mengaktifkan instruksi More Direct Passes (pemain lebih berani mengumpan ke depan langsung), Cross More Often dan/atau Dribble Less (pemain segera mengoper, tidak bertele-tele), Take More Risks (wajib jika punya skill playmaking yang bagus).
  • Untuk menjadi pelari andal, pastikan ia memiliki instruksi Moves Into Channel (pemain mengeksploitasi celah di antara musuh), Get Further Forward (pemain lebih eksplosif), atau Stay Wider (opsional, untuk mengeksploitasi sisi lebar).

Kesimpulan

Pass into space adalah instruksi tim. Instruksi ini tidak fokus mengubah gaya satu pemain saja, melainkan kesadaran kolektif seluruh tim di lapangan. Saat tombol ini aktif, pemain yang memegang bola akan otomatis aktif berburu ruang kosong. Dan di saat yang sama, rekan-rekannya yang lain sudah mengambil ancang-ancang untuk mengejar bola tersebut.

Namun ingat, instruksi ini bukanlah tombol ajaib yang bisa dinyalakan secara brutal di setiap pertandingan. Efektivitasnya sangat bergantung pada situasi di lapangan: ia akan menjadi kombo maut yang menghantam lawan dalam skema serangan balik cepat, namun bisa berbalik menjadi bencana yang bikin frustrasi saat dipaksakan menghadapi tembok tebal ala parkir bus.

Ruang adalah kunci dari instruksi ini. Pada taktik counter, instruksi ini digunakan untuk merebut ruang sedini mungkin, menghantam musuh dengan cepat. Pada taktik possession, instruksi ini berguna sebagai pemecah kebuntuan melawan pertahanan yang rapat. Minimnya ruang bukanlah suatu hal yang perlu ditakuti, karena yang lebih utama adalah memanfaatkan setiap momentum yang ada.

Pelatih yang hebat akan sadar bahwa ruang tidak hanya tentang keberadaan fisik pemain, namun juga tentang momentum yang krusial. Pada akhirnya, Pass into space adalah tentang keberanian mengambil risiko dan kecerdasan membaca momen sekelebat mata, agar peluang emas bisa dimaksimalkan dalam keadaan sesempit apa pun.

Selamat meracik taktik, Koc!

Related Posts

Posting Komentar