Laporkan Penyalahgunaan

Penjelasan Role - Deep Lying Forward

Deep Lying Forward, Sang Narahubung

Penjelasan Role Deep Lying Forward

DLF adalah seorang penyerang yang bermain sedikit turun ke bawah bertujuan untuk menjemput bola dan menghubungkan antarlini, mengamankan umpan-umpan yang dikirim ke depan supaya tidak terpotong oleh musuh. Ia akan memangkas jarak antara rekan-rekannya, sehingga antarlini tidak terpisah jauh. Deep lying forward akan menyerang dari balik layar. Ia akan menahan laju bola, menciptakan peluang, dan merangkul teman-temannya dalam menyerang. DLF bisa menjadi pendamping bagi striker utama dengan permainan kreatif dan kemampuan teknisnya.

Di saat penyerang utama sering dimanjakan oleh umpan-umpan matang dari belakang, ada kalanya umpan-umpan itu tersendat karena dibegal musuh. Beberapa pemain menyerang kemudian berinisiatif untuk menjemput sendiri bola itu. Pelatih kemudian menunjuk satu penyerang secara khusus untuk menjalankan fungsi menjemput bola itu, untuk kemudian diberikan kepada penyerang utama di depan. Karena pergerakannya yang sering turun untuk menghubungkan antar lini, peran ini kemudian dikenal dengan sebagai deep-lying forward.

Keutamaan DLF adalah fungsinya dalam menghubungkan antara lini serang dan gelandang. Ia akan mengisi ruang kosong antara dua lini tadi, seolah-olah menjadi jembatan. Dengan begini maka aliran bola dari gelandang bisa diteruskan kepada penyerang utama di depan. Penempatan posisi yang baik serta ketenangan dalam menghadapi tekanan musuh, menjadikan deep lying forward poin penting pada sistem penyerangan yang lebih kompak.

DLF juga mempunyai kemampuan teknis yang baik untuk mengolah bola di area musuh. Dengan sering menjemput dan memegang bola, ia menjadi lebih sering mengeluarkan kemampuan playamakingnya dalam mengacak-acak pertahanan musuh.

Deep Lying Forward dalam Football Manager

Menerapkan Deep Lying Forward

DLF merupakan peran di posisi striker (STCL, STC, dan STCR). Bisa sebagai striker tunggal, duet maupun trio.

DLF bertugas untuk menghubungkan antar lini atau antar pemain. Ia akan bermain lebih dalam untuk menjaga bola sebelum dioper kepada rekan. Mengoper kepada pemain tengah, atau kepada pemain lebar. Serta siap untuk mencetak gol saat waktunya tiba.

Dengan tugas support, DLF akan berperan penting dalam mengorkestra penyerangan tim. Ia akan menahan bola sejenak, menunggu rekan-rekan mengambil posisinya, dan kemudian ikut menyerang dari bawah.

Dengan tugas attack DLF akan menjadi pencetak gol yang aktif menjemput bola. Ia memiliki lisensi untuk ikut mencetak gol, sambil tetap menjadi penghubung antara rekan-rekannya. 

Fungsi utama DLF adalah menjadi penghubung antara penyerang dan pemain di belakangnya. Membantu striker yang mandul karena kurang suplai. Ketika tim mendapatkan bola, DLF akan menjadi penyerang pertama yang mendapatkan bola. Ia kemudian akan melanjutkannya kepada penyerang di depan, termasuk pemain sayap yang ikut maju.

Kontribusi lain dari DLF adalah mampu merangkul rekan-rekannya untuk berkerjasama dalam menyerang. DLF akan menahan sesaat laju bola menunggu rekan membuka celah. DLF juga memiliki kemampuan bertahan dari pressing musuh, sehingga rekan-rekannya bisa mengambil posisinya dengan segera.

Di antara para penyerang, DLF adalah pemain yang paling kreatif. Ia memiliki kemampuan membaca permainan, menemukan celah, serta kemampuan mengirim umpan-umpan terobosan berhadiah. Bisa dibilang, deep lying forward adalah playmaker diantara barisan striker.

Deep lying forward sering turun ke bawah dan menciptakan ruang di depan, sama seperti false nine. Bedanya, pada posisi bertahan deep lying forward turun untuk menjemput bola, bersiap menjadi poros serangan balik. Dan ketika menerima bola, ia akan lebih banyak diam menunggu pergerakan rekan. Sedangkan false nine terus menekan pertahanan musuh di depan, ia akan turun ketika bola sudah mulai naik. Ia lebih sering melakukan dribbling untuk menarik perhatian musuh.

Deep lying forward juga mirip dengan target forward dalam menopang penyerangan. Bedanya deep lying forward menggunakan kreatifitasnya dalam mendominasi permainan, sedangkan target forward menggunakan kekuatan fisik.

Gaya Bermain Deep Lying Forward

atribut deep lying forward - support
atribut deep lying forward - attack

Saat kondisi bertahan, deep lying forward akan ikut turun meski tidak ikut ke kotak penalti. Ia akan mengganggu build up musuh dan menempel pemain tengah. Sambil menantikan umpan di depan untuk memulai serangan balik. 

Ketika tim mendapatkan bola, ia akan langsung naik. Memasuki wilayah musuh, ia akan mendekati bola menawarkan opsi umpan (teamwork). Ia mengambil posisi yang terukur antara gelandang dan penyerang, berperan sebagai jembatan antara keduanya (teamwork, decision). Ia akan bergerak aktif mencari celah untuk mengisi kekosongan (anticipation, off the ball) atau memancing pergerakan musuh (move into channel).

Saat menerima bola di bawah, ia akan mencari pemain yang lebih kreatif, melanjutkan progresifitas bola untuk mengambil posisi lebih atas. Ketika menerima bola di wilayah musuh, ia akan menahan bola sejenak untuk memperhatikan pergerakan musuh (hold up ball, anticipation), makanya ia perlu punya kemampuan menjaga bola dari berbagai tekanan (first touch, composure, balance, strength). Jika ia penyerang tunggal dengan tugas attack, ia akan berlari ke gawang (dribbling). Ia akan berpikir cepat dan kreatif untuk mencari target umpan (decision, flair). Kemampuan membaca permainan (anticipation, vision) serta teknik tinggi membantu kemampuan playmakingnya (passing, take more risk). Sesekali ia akan membawa bola ke tempat yang lebih baik (dribbling), atau menembak langsung ketika gawang musuh sudah terlihat (finishing).

Trait untuk Deep Lying Forward

Trait cocok untuk deep lying forward

  • Comes deep to get ball; pemain akan rajin turun untuk menjemput bola,
  • Loks for pass rather than attempting to score; memaksimalkan peran mengatur serangan, tidak langsung menembak ke gawang,
  • Moves into channel; berguna menciptakan ruang bagi rekan,
  • Tries killer ball often; lebih berani mengirimkan umpan mematikan.

Trait opsional

  • Likes to beat man repeatedly; berguna untuk mengulur waktu menunggu rekan naik menyerang,
  • Play one-twos; berguna untuk memeperlancar aliran bola,
  • Dictates tempo; memaksimalkan peran mengatur permainan/penyerangan.

Trait tidak cocok

  • Shoot from distance; mengganggu tugas mengatur permainan,
  • Plays no through ball; mengganggu tugas menciptakan umpan krusial.

Memaksimalkan Peran Deep Lying Forward

Meski deep lying forward handal dalam hal playmaking, jangan abaikan kemampuannya dalam mencetak gol (acceleration, finishing). Karena sebagai penyerang, ia tetap bermain di depan gawang musuh dan sering mendapatkan kesempatan mencetak gol.

Deep-lying forward pada tugas support lebih sering menahan bola untuk menunggu rekan naik. Pastikan ada pemain yang melakukan penetrasi untuk menyambut umpan dari deep lying forward.

Deep lying forward sering turun ke bawah, jika bek musuh ikut mengejar, ini akan menciptakan ruang di depan. Manfaatkan pemain lain untuk mengekploitasi ruang ini.

Deep lying forward pada tugas attack menjadi lebih sangar karena lebih fokus mencetak gol dan menjemput bola sendiri. Ia akan menggiring bola ke gawang sendirian. Tapi kondisi ini masih sangat riskan karena jalan menuju gawang akan penuh tekanan. Pastikan ada bantuan serangan sehingga ia bukan satu-satunya pencetak gol.

Deep lying forward bisa bermain lebih lengkap. Perhatikan work rate jika ingin bermain lebih luas. Perhatikan strength jika ingin lebih kuat beradu fisik. Bravery dan aggression jika ingin ngotot mengejar musuh. Perhatikan dribbling dan agility jika ingin dribbling lebih lincah.

Related Posts

Posting Komentar