Goalkeeper, Tiang Gawang Ketiga
Penjelasan Role Goalkeeper
Goalkeeper atau penjaga gawang adalah pemain yang bertugas menjaga gawang agar tidak kebobolan. Ia bisa menggunakan tangannya untuk menyentuh bola di area kotak penalti. Selain memblokir tendangan musuh, ia juga bertanggungjawab menyusun struktur pertahanan terutama pada situasi bola mati.
Sejarah mengenai peran kiper erat dengan perkembangan peraturannya. Pada awalnya, sepakbola sebagaimana cabang dari rugby, tidak mengenal posisi kiper. Tiap tim hanya menugaskan satu pemain di depan gawang untuk mencegah musuh mencetak gol. Pada perkembangannya, satu pemain ini diberi kewenangan untuk menggunakan tangan dalam menghalau bola. Inilah yang kemudian menjadikan peran kiper semakin eksklusif. Peraturan penggunaan tangan ini terus mengalami revisi karena banyak penyalahgunaan dan dinamika lainnya. Pernah suatu ketika kiper boleh memegang bola hingga garis tengah lapangan, sebelum dibatasi kotak penalti seperti sekarang. Kemudian juga ada perarturan mengenai durasi memegang bola dan backpass yang ikut dipertimbangkan. Kiper menggunakan baju yang berbeda dari pemain lainnya.
Kiper adalah posisi wajib di permainan sepakbola. Jika ia mengalami cidera atau kena hukuman kartu, maka wajib ada penggantinya. Tim bisa mengambil dari salahsatu pemain outfield, atau melakukan subtitusi dengan kiper baru.
Goalkeeper dalam Football Manager
Menerapkan Goalkeeper
Sebagai posisi yang harus selalu terisi pemain. Posisi kiper memiliki beberapa pilihan peran, salah satunya goalkeeper. Tugas utamanya adalah menjadi penghalau bola, memotong umpan musuh di hadapannya, serta mengatur situasi pertahanan bola mati.
Keutamaan peran ini adalah fokus untuk menjadi penghalau tembakan musuh di bawah mistar. Ia akan menjadi tiang gawang ketiga yang fokus menjaga gawang agar tidak kebobolan. Ia akan menjaga gawang dengan penuh konsentrasi, menahan tembakan musuh dengan gagah, serta berani berduel dengan musuh yang mengganggunya.. Keamanan gawang adalah nomor satu.
Ketabahannya di bawah mistar juga mampu meredam highpress musuh. dengan disiplin dibelakang, maka musuh kesulitan melancarkan pressing. Butuh upaya ekstra dari musuh untuk mampu menekan kiper dengan peran ini.
Goalkeeper sangat minim melakukan kesalahan, sehingga dapat diandalkan dalam situasi melawan musuh yang superior. Ia tidak akan bertele-tele melakukan tindakan yang beresiko apalagi dengan kualitas musuh yang lebih dominan. Ia lebih cenderung membuang bola jauh ke depan dibanding peran lain yang berani bermain dengan bola.
Peran ini merupakan peran standar, sehingga bisa dimainkan oleh hampir semua orang. Peran ini adalah pilihan jika kiper utama tidak memiliki kemampuan untuk keluar wilayah (rushing out) atau menjadi sweeper.
Gaya Bermain Goalkeeper
| atribut goalkeeper - defend |
Tidak banyak yang dilakukan kiper selain menjaga gawang dengan disiplin. Pada saat tim memegang bola dan menekan musuh, ia akan bersandar di tiang dan menghabiskan kopi.
Goalkeeper handal dalam memblokir tembakan, ia membutuhkan skill seperti refleks yang bagus (reflexes) dan tangkapan yang lengket (handling). Didukung dengan kemampuan fisik seperti jangkauan tangan (aerial reach) dan kelincahan bergerak (agility). Ia akan selalu waspada untuk menghadapi situasi satu lawan satu (one on ones, concentration, decision).
Goalkeeper juga memerlukan kepekaan terhadap kondisi di sekitarnya (anticipation), termasuk berkomunikasi dengan bek di depan (communication) untuk berbagi posisi (positioning).
Goalkeeper lebih suka mengirim bola jauh dengan kakinya (kicking) terkadang dengan dilempar (throwing). Ia juga berperan penting dalam menyusun barisan pertahanan (command of area) pada situasi bola mati.
Trait untuk Goalkeeper
Trait yang cocok;
- Avoid using weaker foot; meminimalisir kesalahn saat mengirimkan bola jauh.
- Uses long throws to start counter attack; cocok untuk memulai serangan balik.
Trait opsional
- Gets crowd going; mencari dukungan moral dari penonton.
- Winds up opponent; berusaha mengoda konsentrasi musuh.
Trait tidak cocok
- Plays ball with feet; terlalu beresiko jika kiper tidak cukup skill.
Memaksimalkan Peran Goalkeeper
Goalkeeper lebih efektif pada situasi melawan tim superior. Mengandalkan kedisiplannya di gawang sebagai pertahanan terakhir, menghadapi penyerang musuh yang suka muncul tiba-tiba. Dengan bertahan di bawah mistar, musuh akan kesulitan karena gawang sulit terbuka. Tentunya dengan bantuan bek yang solid.
Posting Komentar
Posting Komentar