Deep-Lying Playmaker, Sabar Adalah Kunci
Penjelasan Role Deep-Lying Playmaker
Deep-lying playmaker adalah pemain pengatur ritme yang bermain lebih dalam untuk melihat permainan lebih luas, serta membantu kestabilan formasi. Ia bermain lebih sabar sehingga ia bisa mengatur permainan dengan perhitungan yang lebih matang. Dengan bermain lebih dalam, ia bisa menghindari tekanan musuh, membuatnya lebih tenang dan fokus dalam membaca pola permainan serta membuat jalur bagi pergerakan bola selanjutnya. Deep-lying playmaker mungkin bukan pencetak assist, namun banyak assist tercipta dari umpan-umpan nya.
Deep-lying playmaker sering dikaitkan dengan peran regista, ini karena mereka sama-sama bermain lebih dalam, sebuah ciri khas para playmaker Italia. Dan memang deep-lying playmaker adalah penyesuain dari regista. Dimana regista hadir lebih agresif dan eksploratif dalam meracik peluang. Regista lebih mirip playmaker yang bermain lebih dalam, tanpa penyesuaian tugas pertahanan. Sedangkan deep-lying playmaker hadir dengan kontribusi lebih memadai pada aspek pertahanan. Ia mengemban tugas bertahan sebagaimana para pemain gelandang bertahan, dengan tetap memiliki lisensi untuk menciptakan peluang.
Deep-lying playmaker tidak seagresif ataupun aktif menekel layaknya ball-winning midfielder dalam bertahan, namun kedisiplinan dalam bermain di belakang gelandang membuat wilayah itu lebih aman ketika transisi negatif. Deep-lying playmaker mungkin kurang liar dalam mencari posisi, namun kemampuannya dalam melancarkan umpan terobosan dan menciptakan peluang tetap sangat berbahaya. Yang membedakan hanya penyesuaian taktik.
Kesabaran adalah kekuatan utama dari deep-lying playmaker. Ia berkomitmen tinggi memposisikan diri sebagai pemain pendukung di balik layar, tidak terlalu ambisius untuk terlibat lebih jauh dalam mencetak gol. Ia bermain lebih dalam untuk dapat membaca daan memprediksi arah permainan, sehingga bisa menyalurkan umpan yang terbaik kepada pemain depan. Di akan setia diwilayah gelandang memastikan serangan tetap berjalan.
Deep-lying playmaker menjadi andalan tim karena kemampuannya dalam membaca permainan, mengirimkan umpan jauh yang cepat dan akurat, serta menghubungkan lini bertahan langsung ke lini serang. Ia dapat memodifikasi penguasaan bola menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi musuh.
Di saat yang sama deep-lying playmaker mampu menjaga stabilitas di area pertahanan. Menutup ruang yang rentan di belakang serta menjaga bola tetap berada dalam penguasaan. Dengan begini, maka pemain depan akan lebih nyaman saat menyerang.
Deep-Lying Playmaker dalam Football Manager
Menerapkan Deep-Lying Playmaker
Deep-lying playmaker bisa dimainkan di posisi gelandang tengah (MCL, MC, MCR) dan gelandang bertahan (DMCL, DMC, DMCR). Ia beroperasi di posisi gelandang paling dalam untuk mengawali serangan melalui umpan-umpan berkualitas. Selain mampu untuk menciptakan peluang, ia juga dapat diandalkan dalam bertahan.
Dengan tugas defend, deep-lying playmaker akan menjadi pengepul passing dari para pemain di belakangnya. Ia akan mengolah umpan-umpan supaya bisa dilanjutkan ke depan dengan kualitas lebih baik. Di sepertiga akhir saat kondisi menekan musuh, ia akan sabar menunggu di belakang menjadi penyangga dari dinamika serangan. Ia akan menjaga aliran dan penguasaan bola dengan umpan-umpan sederhana.
Dengan tugas support, deep-lying playmaker akan menjadi poros awal serangan. Ia lebih berani untuk mengirim bola jauh menembus pertahanan lawan. Pada kondisi menyerang, ia akan menunggu di luar kotak penalti menawarkan opsi umpan. Ia menyalurkan umpan terobosan yang lebih kreatif serta melakukan penetrasi tipis tipis untuk memecah kebuntuan.
Deep-lying playmaker di pos DM menawarkan pertahanan yang lebih solid, sambil mengirimkan umpan-umpan manja ke depan. Sehingga para pemain depan bisa lebih fokus menyerang dengan gencar.
Deep-lying playmaker di pos CM memberikan koneksi yang stabil antara lini bertahan dan lini serang. Memastikan tiap transisi berjalan mulus. Melancarkan progresivitas bola saat transisi positif, serta mengontrol ancaman saat transisi negatif.
Perbedaan mendasar antara deep-lying playmaker dan regista adalah deep-lying playmaker disiplin menjaga ruang (hold position), menawarkan pertahanan yang lebih solid. Sedangkan regista bermain lebih luas (roam from position) menawarkan penyerangan yang lebih dinamis. Regista memerlukan rekan yang fokus bertahan dan merebut bola karena ia kekurangan disitu.
Sebagai playmaker, deep-lying playmaker memiliki sifat magnet dimana bola akan lebih sering menghampirinya. Rekan tim akan menyerahkan bola kepadanya untuk dipoles menjadi peluang yang lebih berkualitas.
Keutamaan deep-lying playmaker adalah kesetiaanya untuk menjadi pelayan bagi rekan-rekannya di depan. Ia akan menahan diri untuk tidak terlibat lebih banyak dalam mencetak gol. Ia hanya fokus untuk menjaga dan mengolah bola, untuk kemudian dikirimkan ke pos yang lebih menguntungkan. Dengan begini serangan yang gagal atau mandek bisa secepatnya didaur-ulang.
Keuntungan lainnya adalah deep-lying playmaker mampu membangun build up secepatnya dari bawah. Ia akan menerima bola lebih cepat dari para bek yang berhasil merebut bola. Deep-lying playmaker bisa menutupi kelemahan para bek yang kurang dalam hal passing. Para bek itu tidak perlu pusing mengolah bola, tinggal berikan saja pada deep-lying playmaker dan biarkan ia akan membereskan sisanya.
Deep-lying playmaker bermain lebih dalam, sehingga ia lebih optimal menjalankan tugas playmakingnya. Ia akan sulit tersentuh oleh pemain musuh, tekanan yang diterima dlp jadi tidak telalu berarti. Deep-lying playmaker akan memiliki waktu lebih banyak untuk mengasah instingnya melihat lebih jauh dan lebih luas.
Deep-lying playmaker juga bisa menarik musuh keluar wilayahnya. Dengan bermain lebih dalam, maka musuh perlu usaha ekstra untuk mengejarnya. Musuh yang mengejar deep-lying playmaker terpaksa meninggalkan areanya, ini berarti ada celah kosong di depan yang bisa dimanfaatkan oleh pemain lain.
Deep-lying playmaker cocok pada sistem possession karena berfungsi mendikte keberlanjutan aliran bola, melakukan umpan berulang (passing retention), serta memindahkannya ke arah yang lebih bagus. Kesabaran dalam menunggu celah dibutuhkan untuk membongkar pertahanan musuh yang begitu rapat.
Pada taktik counter, deep-lying playmaker juga berguna untuk meluncurkan umpan akurat jauh ke depan. Dari possisi lebih bawah, ia lebih cepat menerima bola untuk kemudian menemukan target di depan. Dengan jaminan keamanan di belakang, maka serangan balik bisa berjalan lebih brutal.
Gaya Bermain Deep-Lying Playmaker
| attribut deep-lying playmaker - defend |
| attribut deep-lying playmaker - support |
Ketika tim mendapatkan bola, ia akan mendekat dan menawarkan opsi umpan (teamwork). Saat bola memasuki wilayah musuh, ia akan bertengger di luar kotak penalti untuk melihat permainan lebih luas (hold position). Ia melindungi pertahanan sambil siap sedia membantu rekannya di depan. Ia menjadi titik pantul atau poros yang mengubah arah bola. Pada tugas support, ia akan sesekali melakukan penetrasi untuk memecah kebuntuan (off the ball).
Deep-lying playmaker sangat diandalkan untuk mengolah bola menjadi peluang berkualitas. Pertama-tama ia harus bisa mengontrol bola dengan baik (first touch) dan menjaganya dari berbagai tekanan (composure, balance). Kemudian ia perlu kemampuan membaca permainan dan menemukan target dengan baik (anticipation, vision). Kemampuan deep-lying playmaker untuk berpikir cepat (decision) pada kondisi sulit (technique) membuat umpan yang dikirimkan selalu berkualitas. Pada tugas support, ia lebih berani mengirimkan umpan krusial untuk membongkar pertahanan musuh (take more risk).
Saat tim kehilangan bola, deep-lying playmaker sudah siap diposisinya untuk menghadang musuh. ia menjadi pemecah gelombang pertama serta memberikan waktu kepada rekan untuk mengambil posisi bertahan.
Trait untuk Deep-Lying Playmaker
Trait yang cocok;
- Tries killer ball often; harus punya, jangan tanya kenapa.
- Comes deep to get ball; mendorong pemain mendekati bola, untuk menjadi opsi umpan,
- Plays one-two; membantu memuluskan pergerakan bola,
- Dictates tempo; membantu perannya mengontrol permainan,
- Refrain from taking long shot; menjadi lebih fokus pada menciptakan peluang,
- Tries long range passes; berguna untuk mengirim umpan jauh dari posisi yang dalam,
- Likes to switch ball to wide area; berguna untuk permainan switch ball,
- Looks for pass rather than to shot; pemain akan lebih fokus menciptakan peluang,
- Arrives late in oppositiona area; pemain akan maju di waktu yang tepat.
Trait opsional;
- Runs with ball rarely; menjadi lebih yakin untuk passing, tidak berpikir untuk dribbling.
- Tries to play out of trouble; memainkan bola sejak dari bawah.
- Likes ball played into feet; lebih efektif mendapatkan bola, karena langsung ke kaki, bukan umpan balap.
Trait tidak cocok;
- Runs with ball often;
- Shoot from distance;
- Plays short simple passes; ada alasan kenapa pemain ini disebut playmaker.
Memaksimalkan Peran Deep-Lying Playmaker
Perhatikan jumlah playmaker dalam tim. Terlalu banyak akan mengurangi efektifitasnya, bola juga akan lebih lambat mencapai garis depan.
Deep-lying playmaker mengirim bola dari bawah, pastikan di depan ada pemain yang melakukan penetrasi (get further forward), sehingga bisa menerima umpan terobosan. Punya dua pemain seperti itu lebih bagus, sebagai opsi cadangan mengirim umpan.
Playmaker memiliki sifat magnet, ia akan lebih sering mendapatkan bola, termasuk perhatian musuh. Menempatkan pemain agresif di sekitar deep-lying playmaker bisa membantu tim merebut bola secepatnya ketika bola lepas.
Jangan gunakan ball playing defender atau libero di posisi bek. Kedua posisi itu lebih banyak mengolah bola, sehingga mengurangi porsi deep-lying playmaker dalam menjadi pengatur permainan.
Deep-lying playmaker cocok didampingi pemain yang berekplorasi mengisi celah, bisa CM atau BBM, sebagai penghubung sebelum bola mencapai penyerang. Pemain ini berfungsi membantu deep-lying playmaker dalam menjaga possession, mengurangi tekanan musuh, serta mengantarkan bola lebih tinggi.
Deep-lying playmaker tidak wajib didampingi oleh gelandang tipe ball winner, posisinya termasuk aman apalagi dengan keberadaan bek di belakangnya. Sediakan saja ruang yang cukup untuknya supaya bisa mengolah bola dengan lebih maksimal.
Posting Komentar
Posting Komentar