Laporkan Penyalahgunaan

Penjelasan Role - Roaming Playmaker

Roaming Playmaker, Sang Mandor

Penjelasan Role Roaming Playmaker

Roaming Playmaker adalah pemain pengatur ritme yang beroperasi pada area lebih luas mencakup area pertahanan hingga area musuh. Karena luas areanya itu, ia akan terlibat aktif pada tiap fase secara intens. Pada fase menyerang roaming playmaker akan membantu serangan dengan menyebarkan umpan matang, dan pada fase bertahan akan ikut mundur mengejar musuh serta menutup celah yang kosong. Roaming playmaker bermain layaknya mandor yang inspeksi ke setiap sudut proyek. Ia berkeliling untuk menilik, mengoreksi, serta meningkatkan kualitas permainan tim.

Roaming playmaker adalah gabungan antara advanced playmaker yang bergerak maju, serta deep lying playmaker yang bergerak mundur. Makanya peran ini begitu superior jika dimainkan oleh pemain yang tepat. Stamina yang prima, kesadaran membaca ruang, serta kemampuan menciptakan peluang menjadi syarat mutlak untuk pemain peran ini agar mampu menancapkan dominasi di seluruh lapangan.

Ide playmaker yang beroperasi maju mundur ini pertama populer di Italia pada era antara dua perang. Waktu itu formasi WM sedang naik daun menjadi penantang kemapanan formasi piramida 2-3-5. Formasi 2-3-5 identik dengan center-half sebagai nyawa permainan, sementara WM identik dengan bek ketiga yang handal membungkam striker lawan. Pelatih timnas Italia, Vittorio Pozzo kemudian mensintesa dua sistem tadi dan menghasilkan taktik il metodo. Ciri khas taktik itu berada pada pemain tengahnya yang disebut centro mediano, yang waktu itu diperankan oleh Luis Monti. Ketika menyerang Monti akan menjadi pusat permainan mengatur ritme layaknya center-half di 2-3-5, dan ketika bertahan ia akan mundur menjadi bek ketiga seperti di WM. Metode ini berhasil mengantarkan Italia menjadi juara dunia dua kali beruntun.

Pozzo dikenal sebagai pelatih jenius yang mempelopori pendekatan fase pada permainan. Ada fase menyerang dan ada fase bertahan. Pozzo menggunakan taktik yang berbeda antara keduanya. Pemahaman tentang fase permainan inilah yang kemudian mendorong peran centro mediano bisa berkontribusi pada tiap fase. Mengatur instruksi apa yang dilakukan ketika bertahan dan ketika menyerang. Karena pergerakannya yang mondar mandir ke segala penjuru (roaming). Peran ini kelak disebut roaming playmaker.

Roaming playmaker memulai tugasnya dari posisi lebih dalam. Ia ikut mengangkat beban pertahanan dengan menutup ruang gerak musuh. Ia akan bergerak mendekati bola menawarkan opsi passing. Saat memegang bola, ia akan menggunakan kemampuan dibbling untuk membawa bola ke posisi yang lebih tinggi. Dalam perjalanan ke depan, ia akan mencari target umpan yang bagus, termasuk memberikan umpan terobosan menembus pertahanan musuh. tidak hanya itu, ia juga ikut dalam menebar kepanikan di depan gawang musuh.

Sebagai pemain ‘roaming’ atau bergerak di area yang luas, roaming playamaker harus memiliki stamina yang bagus serta daya konsentrasi panjang. Ia akan bermain di tiap fase dan di semua penjuru lapangan. Ia akan selalu bergerak mengikuti bola dan dituntut untuk memberikan pengaruh yang signifikan.

Sebagai playmaker, tentu saja ia dituntut untuk bisa menciptakan keajaiban dengan kemampuannya membaca permainan dan mengolah bola. Ia akan mengoleksi bola kemudian memolesnya menjadi peluang bagi rekan-rekannya. Ia akan mengatur tempo serta arah permainan dengan cemerlang.

Roaming playmaker merupakan peran yang kreatif dan strategis. Ia mampu meningkatkan gairah permainan pada tiap tempat yang ia datangi. Di belakang, ia membantu bek melakukan pressing kolektif. Di tengah, ia menciptakan peluang bernilai tinggi. Di depan, ia hadir sebagai pemecah kebuntuan.

Roaming Playmaker dalam Football Manager

Menerapkan Roaming Playmaker

Roaming playmaker dapat diaktifkan dengan meletakkan pemain di posisi gelandang tengah (MCL, MC, MCR) dan gelandang bertahan (DMCL, DMC, DMCR). Tugas utamanya adalah mendikte permainan. Ia juga berkontribusi di tiap fase permainan, mulai dari membantu pertahanan, membawa bola ke depan, serta menambah daya gedor tim.

Di posisi DMC, roaming playmaker menawarkan struktur pertahanan yang lebih rapat. Ia bermain lebih dalam untuk melindungi pertahanan. ketika menyerang, ia akan berkeliaran di luar kotak penalti menawarkan opsi umpan untuk memecah kebuntuan.

Di posisi MC, roaming playmaker menambah daya gedor penyerangan tim. Ia akan menjemput bola dari bawah lalu membawanya ke depan. Ketika menyerang ia, ia berada di tepian garis penalti untuk menebar ancaman.

Saat menyerang, roaming playmaker seperti advanced playmaker. Ia akan ikut masuk ke area rawan musuh untuk menebar ancaman. Menyalurkan umpan terobosan krusial termasuk ikut mencetak gol jika saatnya tiba.

Saat bertahan, roaming playmaker seperti deep-lying playmaker dalam mengemban tugas bertahan. Ia akan menjalankan pressing kolektif untuk menutup ruang gerak musuh, serta berhasrat mengejar dan merebut bola darinya.

Roaming playmaker mirip dengan regista karena sama-sama playmaker yang bergerak bebas. Perbedaannya regista lebih banyak melebar karena mendukung penyerangan dari garis kedua. Ia tidak masuk terlalu dalam ke sepertiga musuh karena ia lebih senang melayani rekannya dari belakang. Ia fokus untuk mengirimkan umpan terobosan akurat yang langsung menusuk jantung pertahanan musuh. Regista berkerja dari balik layar, bukan ikut masuk ke depan.

Sedangkan roaming playmaker lebih banyak bergerak secara vertikal (atas-bawah). Sebenarnya ia bebas bergerak ke segala arah, hanya saja lebih fokus mengikuti pergerakan bola yang naik turun sehingga pergerakan naik-turun itu yang lebih ketara. Roaming playmaker berusaha untuk berpartisipasi di tiap fase termasuk ikut terlibat dalam kemelut di depan gawang musuh. Ia juga lebih ngotot merebut bola daripada regista.

Keutamaan roaming playmaker adalah area operasinya yang luas sehingga ia selalu ada setiap saat. Ia berperan layaknya gelandang box to box dengan sentuhan playmaking. Dengan begini ia bukan hanya merespon situasi, namun bisa ikut aktif memberi pengaruh di setiap penjuru lapangan.

Keutamaan lainnya adalah kesediaannya untuk membawa bola ke posisi lebih tinggi. Karena tugasnya yang bisa bergerak jauh ke depan, maka ia memiliki instruksi untuk membawa bola ikut bersamanya. Ia memiliki lisensi untuk dribbling, sesuatu yang jarang dimiliki oleh playmaker lain.

Gaya Bermain Roaming Playmaker

atribut roaming playmaker - support

Pada kondisi bertahan, roaming playmaker akan ikut mundur (positioning) menutup ruang gerak musuh serta melakukan pressing kolektif. Ia kadang harus mengejar musuh dan merebut bola saat berhadapan dengannya.

Ketika tim mendapatkan bola, roaming playmaker akan mendekati bola menawarkan opsi umpan (teamwork), termasuk mengikuti bola saat transisi cepat (pace). Ia perlu stamina bagus untuk dapat beroperasi di wilayah yang luas, dari kotak penalti sendiri sampai kotak penalti musuh (stamina, workrate). Ia secara konstan memindai situasi untuk dapat melihat potensi peluang lebih luas (anticipation, vision, concentration). Memasuki sepertiga musuh, ia mencoba mencari posisi bagus (off the ball) untuk menerima umpan dan menebar ancaman.

Sebagai playmaker yang sering mendapatkan bola, ia harus menyambutnya secepat-cepatnya dan mengontrolnya sebaik-baiknya (acceleration, first touch). Ia juga harus bisa mempertahankannya dari tekanan musuh (composure, balance) dan bertindak secepatnya (decision). Roaming playmaker dituntut untuk memiliki kemampuan mengirim umpan yang akurat dan berkualitas dalam setiap kondisi (passing, technique). Ia akan menggiring bola ke posisi yang lebih baik (dribbling, agility) terutama dari posisi bawah. Ia juga bisa menembak langsung ke gawang ketika terlibat penyerangan (longshot).

Trait untuk Roaming Playmaker

Trait yang cocok

  • Arrives late in opponent area; maju pada saat yang tepat untuk memberikan efek kejut,
  • Comes deep to get ball; mendorong pemain untuk menjemput bola,
  • Dictates tempo; cocok untuk tugas playamaking-nya,
  • Likes ball played into feet; lebih efektif dalam menerima bola,
  • Runs with ball through center; mendukung fokus langsung ke depan, tidak usah ke mana-mana lagi,
  • Tries killer ball often; jangan ditanya.

Trait opsional

  • Stops play; berhenti sesaat ketika mengiring bola, cocok untuk melihat situasi yang berkembang.
  • Likes to switch ball to wide areas; cocok pada jika tim mengandalkan serangan dari sisi lebar.

Trait tidak cocok

  • Get into opposition area; nantinya akan terlalu dini masuk area musuh,
  • Plays no thorugh ball; tidak cocok dengan tugas playmaking,
  • Runs with ball rarely; tidak cocok dengan tugasnya membawa bola lebih ke depan.

Memaksimalkan Peran Roaming Playmaker

Selain skill playmaking, roaming playmaker juga harus memiliki stamina yang bagus agar dapat berkontribusi sepanjang permainan.

Beri ruang untuk roaming playmaker, terutama di depannya. Jangan ada pemain yang sejajar, karena bisa menghalangi jalur pergerakannya. Roaming playmaker akan tertahan, atau akan menumpuk di posisi yg sama. (jika roaming playmaker di DMC, jangan taruh pemain di MC. Jika mau, geser sedikit ke MCL/MCR atau majukan ke AMC).

Related Posts

Posting Komentar