Laporkan Penyalahgunaan

Penjelasan Role - Central Midfielder

Central Midfielder, Penjaga Keseimbangan.

Penjelasan Role Central Midfielder

Central Midfielder adalah pemain yang beroperasi di area lapangan tengah. Namun secara peran, tugas utamanya adalah menghubungkan sisi bertahan dan sisi menyerang, mengamankan aliran bola, serta ikut menghadang musuh yang ada. Ciri khas peran ini adalah seimbang dan sederhana. Seimbang berarti bermain secara terukur, tidak terlalu boros ataupun terlalu malu. Dari mengolah bola, mengirim passing, mengisi ruang, mengisi ruang, hingga menjegal musuh semua dilakukan dengan resiko yang seimbang. Sederhana berarti ia bisa bermain mengikuti taktik apapun yang dijalankan pelatih, termasuk menyesuaikan diri dengan rekan satu tim. Bertahan ataupun menyerang, central midfielder selalu memberikan kontribusinya secara maksimal.

Pada masa awal sepakbola di Inggris, passing atau mengoper bola bukanlah hal lazim. Para pemain hanya fokus menggiring bola dan mencetak gol serta mencegah musuh melakukannya (bertahan). Kemudian hadir pengaruh dari Skotlandia mengenai permainan passing, memunculkan peran center-half sebagai pemain yang bertugas mengatur passing kepada rekan-rekannya. Pada perkembangannya, area lapangan tengah menjadi semakin krusial terutama pada fase transisi. Ini yang kemudian menuntut pemain tambahan di lapangan tengah. Beberapa pemain menyerang diturunkan ke area tengah untuk menemani center-half tadi. Tugas mereka sederhana, menyambungkan antar lini pada tiap fase transisi. Tergantung situasi, mereka akan ikut membantu serangan saat menyerang, dan ikut membantu pertahanan saat bertahan.

Pemain tengah ini kelak dikenal dengan sebutan central midfielder karena berada di area tengah lapangan. Ketika revolusi taktik menghadirkan banyak peran pemain tengah seperti playmaker dan ball-winning (termasuk variasinya), peran central midfielder tetap ada sebagai acuan atau default dari peran pemain di posisi itu.

Fungsi utama central midfielder adalah menyambungkan lini belakang dan lini belakang, menjaga possession dengan mengolah dan bertukar passing, menusuk ke daerah musuh untuk memberi ancaman, termasuk menghadang musuh sebagai respon pertahanan. Ia bermain secara sederhana mengikuti taktik secara umum, dan siap mengemban tugas lebih spesifik jika pelaatih menginginkannya.

Central Midfielder dalam Football Manager

Menerapkan Central Midfielder

Peran central midfielder dapat diterapkan untuk pemain di pos gelandang tengah, termasuk di area halfspace-nya (CMCL, CMC, CMCR). Tugas utama central midfielder adalah berkerja keras mengontrol lapangan tengah serta menjaga koneksi antara lini belakang dan lini depan.

Dengan tugas defend, central midfielder cenderung menjaga posisinya lebih dalam. Berusaha untuk mencegah serangan balik musuh serta membantu pertahanan lebih dini. Ketika menyerang, ia menawarkan opsi umpan untuk melonggarkan tekanan musuh.

Dengan tugas support, central midfielder akan mengontrol permainan dari tengah, bermain secara seimbang dalam menyerang dan bertahan. Ia akan memberikan umpan serta penetrasi ke depan, dengan tetap memberi lapisan keamanan pada sistem pertahanan.

Dengan tugas attack, central midfielder akan siap sedia untuk melakukan eksplorasi ke depan mendukung penyerangan. Ia lebih berani untuk mengoper, menggiring, menerobos, bahkan melesakkan bola langsung ke gawang.

Dengan tugas automatic, central midfielder akan menyesuaikan tugas antara menyerang dan bertahan tergantung mentalitas tim.

Keutamaan central midfielder adalah keseimbangan tugasnya di area tengah. Sehingga ia bisa melakukan apa saja dengan resiko yang terkendali. Ia tidak takut untuk mengirim umpan krusial dengan tetap memperhatikan resiko yang ada. Ia akan beroperasi di wilayah yang cukup luas namun tidak memberikan celah yang mudah bagi musuh. Ia juga berani menjegal lawan secara berarti meski tidak sengotot pemain ball-winner. Central midfielder menjadi pilihan aman untuk tugas di posisinya.

Central midfielder adalah pemain serba bisa yang menjadi pilihan tepat ketika pelatih tidak menginginkan tugas spesifik untuk pemain di posisi ini. Ia tidak terlalu ngotot menjegal, ataupun terlalu egois mengontrol bola. Ia akan bermain adaptif mengikuti perkembangan situasi di lapangan. Meski begitu, ia juga siap ketika diberikan instruksi yang lebih spesifik.

Peran ini juga termasuk sederhana dan bisa dijalankan oleh hampir setiap pemain. Ini bisa menjadi pilihan jika harus menurunkan pemain darurat di posisi ini. Tugasnya yang sederhana menjadikannya peran standar di posisi ini, membuat pemain yang menjalankannya mampu memberikan kontribusi lebih optimal.

Peran ini sering disamakan dengan box to box midfielder (BBM) karena kesamaan wilayah operasinya. Perbedaannya BBM bermain lebih giat untuk mengikuti bola dan permainan, makanya ia memerlukan stamina dan daya jelajah (work rate). BBM menawarkan tambahan jumlah pemain di posisi manapun pada tiap fase. Sedangkan CM menawarkan keseimbangan di lapangan tengah, dengan menjelajah secara terukur, ia memastikan penguasaan wilayah tetap terjaga.

Gaya Bermain Central Midfielder

atribut central midfielder - defend

atribut central midfielder - support

atribut central midfielder - attack

Pada situasi bertahan, central midfielder akan menutup celah di tengah lapangan. Ia juga akan masuk kotak penalti untuk menempel musuh saat makin banyak pemain musuh yang menekan.

Sebagai gelandang yang beroperasi dari belakang ke depan, central midfielder memerlukan daya jelajah dan stamina yang prima (workrate, stamina). Ketika bola dikuasai rekan, ia akan mendekati bola untuk menawarkan opsi umpan. Central midfielder akan selalu melihat situasi (anticipation) dan menyesuaikan posisi (decision) untuk menyelaraskan kekompakan tim (teamwork).

Central midfielder akan sering terlibat pada fase transisi, makanya ia perlu kontrol bola yang baik (first touch, composure). Ia juga perlu kemampuan passing untuk menjaga aliran bola (passing, technique) termasuk mencari target yang baik (decision, vision).

Pada transisi negatif, central midfielder selalu waspada (concentration) dan berusaha untuk merebut bola dari musuh (tackling).

Dengan tugas defend, central midfielder akan lebih banyak bertahan di posisinya untuk berjaga-jaga (hold position, concentration) serta mendukung bek dalam membentuk sistem pressing (marking, positioning, aggression).

Dengan tugas support, central midfielder bermain lebih cair dengan penekanan pada mengolah bola (first touch, passing) serta menjaga keselarasan tim (decision, teamwork).

Dengan tugas attack, central midfielder lebih berani untuk menjelajah ke depan (get further forward) untuk membantu daya gedor tim (off the ball, long shot).

Trait untuk Central Midfielder

Kekuatan utama peran central midfielder adalah keseimbangan untuk mengikuti berbagai taktik. Makanya hampir semua trait cocok tergantung taktik yang digunakan.

Penekanan pada suatu aspek akan memberikan pengurangan pada aspek lain. Misalnya trait tries to play out of trouble berguna pada permainan possession karena pemain akan mengunakan umpan pendek untuk build up, namun tidak cocok pada permainan yang lebih direct. Trait plays short simple passes membuat pemain bermain dengan passing lebih aman, namun bisa membuang kemungkinan peluang lebih besar.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan potensi pemain central midfielder pelatih bisa fokus untuk menyesuaikan gaya mainnya dengan sistem yang ada.

Memaksimalkan Peran Central Midfielder

Central midfielder bisa masuk ke berbagai jenis taktik. Pastikan saja kemampuan dan trait nya cocok untuk itu.

Untuk memaksimalkan perannya, sesuaikan tugasnya dengan partner yang ada. Tugas attack digunakan untuk mendukung penyerang di depan. Tugas defend untuk melindungi playmaker di sebelahnya, jika tidak ada pemain defend lain. Kemudian tugas support bisa digunakan untuk melengkapi taktik.

Pada taktik tanpa playmaker, central midfielder bisa berguna sebagai pengumpan handal. Meski tidak menjadi poros utama, kemampuan passing yang akurat bisa membantu tim menembus pertahanan musuh.

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar