Poacher, The Fox in The Box
Penjelasan Role Poacher
Poacher adalah penyerang dengan fokus paling ekstrem untuk mencetak gol. Ia hanya memiliki satu tugas, dan itu adalah mencetak gol. Kontibusinya dalam membangun permainan sangat kecil. Ia akan selalu berkeliaran di dalam kotak penalti musuh, menyelinap diantara lawan, konstan mengintai peluang, dan bersiap menerjang bola dengan buas. Ia adalah serigala dalam kotak penalti musuh.
Tidak ada sejarah pasti mengenai peran ini. Namun ketika muncul peran center-half, seorang yang bertugas untuk mengatur serangan, beberapa tim mengambilnya dari barisan penyerang. Sehingga penyerang lainnya lebih fokus untuk menyerang. Dan pada beberapa kondisi, secara alami tugas mencetak gol ini mencapai titik ekstremnya. Istilah poacher muncul untuk memudahkan pemahaman mengenai ide ini secara yang khusus.
Poacher merupakan bentuk ektrem dari tugas para penyerang. Yang sangat menitikberatkan pada tugas mencetak gol. Apa yang ia lakukan pun menunjang instingnya itu; Berlari melepasakan diri dari kawalan musuh, menyelinap ke ruang kosong, menekan garis pertahanan, termasuk berpacu merebut bola yang datang.
Poacher tidak perlu menggiring bola atau merebutnya dari musuh, ia hanya perlu satu hal; Penyelesaian akhir, yakni menjaringkan bola ke gawang musuh dengan sekali sentuhan. Tidak heran jika poacher tidak memiliki kemampuan mengolah bola, dribbling yang lincah, atau fisik kuat untuk beradu dengan musuh.
Kemampuan memanipulasi ruang menjadi keunikan lain bagi poacher. Ia akan selalu menemukan ruang untuk menerima bola dengan baik, sehingga mudah untuk melesakkannya ke gawang. Poacher secara konstan akan bergerak meninggalkan ruang lama menuju ruang yang baru, menciptakan peluang bagi rekannya serta meraih ruang baru bagi dirinya.
Filippo Inzaghi adalah contoh paling mudah untuk menggambarkan peran ini. Ia hampir tidak pernah diperhitungkan karena selalu menghilang dari kawalan. Namun di saat yang tepat, ia tiba-tiba ada untuk melesakkan bola ke gawang dengan satu atau dua sentuhan. Apa yang dilakukannya sepanjang pertandingan adalah menemukan ruang mengecoh musuh untuk bisa menyentuh bola. Dan ketika kesempatan itu datang, tugasnya sangat sederhana; tendang ke gawang.
Opini saya, poacher ibarat antitesa dari libero di kotak penalti. Libero, pada tim bertahan, terbebas dari tugas marking, ia menentukan sendiri targetnya termasuk tindakannya untuk cover atau maju menjadi stopper. Sedangkan poacher bergerak bebas di kotak penalti musuh tanpa tugas build-up, ia menentukan sendiri apa yang terbaik untuk dapat mencetak gol. Makanya peran poacher bisa begitu kentara pada budaya sepakbola bertahan, seperti Inzaghi dan Montella pada sepakbola Italia.
Poacher dalam Football Manager
Menerapkan Poacher
Dalam Football Manager, poacher berada di posisi penyerang. Bisa sebagai striker tunggal, duet maupun trio.
Poacher berada paling depan, diantara barisan bek musuh, mencoba berlari menembus pertahanan mereka. Poacher sangat fokus untuk menjaringkan gol, jarang membantu build-up dan selalu menyelinap di kotak penalti musuh.
Keutamaan poacher adalah fokus ekstrimnya dalam mencetak gol. Menggunakan poacher seperti melepas serigala ke dalam pertahanan musuh. Ia akan berusaha untuk lepas dari kawalan, mencari ruang kosong untuk dirinya menerima bola sehingga mudah mencetak gol. Ia akan selalu menunggu di depan memastikan selalu ada pemain yang menerima bola disana.
Meski pada build-up ia tidak membantu banyak. Namun pergerakannya dalam mencari ruang cukup membantu. Ia akan bergeser mencari ruang, dan ketika bek musuh menempel dan mengejarnya, maka akan muncul ruang kosong. Ruang ini kemudian bisa dimanfaatkan oleh pemain lain. Membuat pergerakan di kotak penalti musuh lebih dinamis, membuyarkan pertahanan musuh yang solid.
Ketika rekan membawa bola, berbeda dengan striker pada umumnya, poacher akan menjauh dari bola dan fokus pada mencari ruang. Membuat dirinya menjadi target yang tidak terprediksi musuh. Second striker mungkin mirip dengan poacher dalam mencari ruang, hanya saja poacher fokus di dalam kotak penalti.
Poacher juga mencari ruang kosong seperti false nine. Namun false nine lebih fokus mendukung build-up, mencari ruang kosong agar rekan bisa memanfaatkannya. False nine juga akan banyak menggiring bola dengan tujuan itu. Sedangkan poacher lebih fokus ke gawang musuh. Jika ada musuh yang mengikutinya, itu bukan tujuan utamanya. Tujuan utamanya adalah menemukan ruang agar bisa menemukan posisi mudah dalam menembakkan bola. Ketika mendapatkan bola poacher akan langsung mencari ruang tembak.
Gaya Bermain Poacher
|
|
| atribut poacher - attack |
Sebagai ujung tombak, poacher sangat jarang turun membantu pertahanan. Ia akan menunggu di depan, mencari ruang kosong untuk memulai serangan.
Ketika tim mendapatkan bola, poacher dengan sigap akan maju ke depan bersiap menerima bola disana (get further forward). Jika ada musuh yang menempelnya, ia akan bergerak mencari ruang yang kosong, dan begitu terus (off the ball). Memasuki sepertiga akhir, ruang operasinya berfokus di kotak penalti musuh. ia akan terus membaca situasi mencari posisi yang terbaik (anticipation, decision). Ia siap menerima umpan langsung ke kaki (first touch) maupun umpan balap (acceleration).
Saat menerima bola, poacher langsung mencari gawang musuh. ia tidak akan banyak bergerak ataupun mengolah bola untuk dioper (take fewer risk, dribble less). Makanya jika bola masih jauh dari gawang, ia akan mengoper kepada rekannya. Poacher tidak suka berlari dengan bola, ia lebih suka mencari celah (off the ball) menunggu umpan (anticipation). Ketika sudah berada di depan gawang musuh, dengan ketenangannya (composure) ia akan melesakkan bola menggunakan kaki atau kepalanya (finishing, heading, technique) ke sudut yang sulit dijangkau kiper.
Trait untuk Poacher
Trait yang cocok untuk poacher
- Get into opposition area; cocok bagi poacher yang beroperasi di kotak penalti musuh.
- Likes to try to beat offside area; cocok bagi ujung tombak untuk terus menekan garis pertahanan musuh,
- Tries first time shoot; bisa membantunya untuk eksekusi dalam sekali sentuhan,
- Tries trick; meningkatkan teknik agar mampu melakukan hal yang sulit,
- Runs with ball rarely; tidak banyak dribbling, langsung mencari gawang,
- Get forward whenever possible; langsung sigap mengambil posisi di depan.
Trait opsional untuk poacher
- Uses outside of foot; menendang dengan arah outswing, menambah amunisi,
- Places shot dan shoots with power; menambah akurasi dan power dari tendangan, bergantung pada situasi dan skill pemain,
- Likes to lob keeper dan likes to round keeper; menambah amunisi saat 1on1 dengan kiper musuh,
- Attempt overhead kick; bisa salto, itu aja.
Trait tidak cocok untuk poacher
- Runs with ball often; kebanyakan basa-basi daripada langsung mencari gawang,
- Arrives late in opponents area; jadi kelamaan naik ke kotak penalti musuh,
- Comes deep to get ball; jangan nyamperin bola, biar bola yang nyamperin,
- Plays with back to goal; mau cetak gol kok belakang, ngadep gawang lah.
Memaksimalkan Peran Poacher
Poacher sangat fokus mencetak gol. Pastikan tim kamu sudah mapan dalam hal build-up dan bisa bermain tanpanya. Poacher hanya akan datang pada eksekusi akhir.
Pastikan poacher menjadi ujung tombak utama. Pastikan ada salah satu pemain depan yang punya instruksi ‘hold up ball’ agar poacher yang fokus menjadi eksekutornya.
Poacher terus bergerak mencari ruang, dan kemungkinan meninggalkan ruang kosong. Pastikan ada pemain lain yang bisa memanfaatkan ruang itu. Gunakan satu-dua pemain dengan instruksi get forward.
Bekali poacher dengan kemampuan merebut bola (aggression, tackling). Serigala menjadi semakin buas.
Utamakan atribut acceleration. Semakin cepat artinya semakin sering menang posisi, semakin banyak kesempatan menendang, dan semakin banyak kemungkinan gol.
Posting Komentar
Posting Komentar